SEO Onpage

Perhatikan SEO Onpage website anda untuk dapatkan posisi bagus di mesin pencari

SEO Onpage adalah satu bagian penting dari sekian banyak aktivitas SEO. Teknik SEO dapat dibagi menjadi 2 yaitu SEO Onpage dan Offpage. Secara singkat dapat dijelaskan SEO onpage adalah kegiatan mengoptimasi sebuah website dari dalam atau internal website itu sendiri. Mulai dari design, coding, konten, kecepatan, atribut gambar, meta tag dan link anchor. Sedangkan SEO Offpage adalah kegiatan mengoptimasi website dari faktor faktor luar. Seperti memasang link ke website lain, bertukar link, submit url ke website lain dan sebagainya.

SEO Onpage

Bagaimana mengoptimasi SEO Onpage untuk mencapai posisi SERP pertama
SERP (Search Engine Result Page) adalah halaman hasil pencarian yang ditampilkan oleh mesin pencari. Menempati SERP pertama alias di halaman satu hasil pencarian merupakan dambaan bagi pemilik website. Apalagi bagi anda yang menjadikan website sebagai media online usaha atau penghasilan. Mendapat banyak traffic website pasti sangat di harapkan.

Untuk bisa mencapai SERP yang baik, hal penting yang harus diketahui selain link building ada faktor faktor SEO Onpage yang harus dioptimalkan juga. Apa saja hal hal yang masuk dalam kegiatan Onpage ini, berikut pembahasannya ;

1. Judul dan sub judul artikel
Dalam membuat sebuah artikel SEO yang berkualitas judul dan sub judul penting untuk dibuat dengan jelas dan berkualitas. Jelas dalam artian judul harus mengandung kata kunci fokus yang ditargetkan. berkualitas bermakna sebuah judul harus menggunakan kata efektif yang mampu mewakili gambaran suatu artikel. Bagaimana cara membuat judul yang efektif dan persuasif? Anda bisa pelajari bagaimana membuat kata kata menjual dengan teknik copywriting. Judul biasanya dibuat dengan heading 1 (H1) dan sub heading (H2)

Bagi anda yang tertarik belajar bagaimana membuat artikel SEO berkualitas temukan disini

2. Deskripsi website
Seperti kita tahu mesin pencari (Google) mematok minimal 300 karakter untuk sebuah deskripsi yang baik. Usahakan dalam menulis artikel agar menyimpan 300 kata lebih. Ini sebagai indikasi bahwa sebuah artikel memiliki cakupan bahasan yang baik. Dalam pembahasan sertakan juga kata kunci fokus yang ditargetkan. Penyebaran kata kunci harus merata namun jangan sampai melebihi keyword density yang ditentukan (2,5% pada Google). Sebuah artikel yang terdiri dari 300 kata, maksimal kata kunci muncul 8x dalam deskripsi.

Buatlah deskripsi artikel yang mudah dimengerti. Pergunakan tanda baca yang jelas. Dalam satu kalimat baiknya tidak lebih dari 25 kata, agar tidak membingungkan pembaca. Sisipkan juga link anchor pada setiap postingan, sebagai feedback pembaca.

Link anchor adalah link yang disisipkan pada kata yang memiliki keterkaitan. Misal kata website anda bisa sisipi dengan link yang menuju ke halaman yang menjabarkan tentang apa itu website. Dengan begini pengunjung akan betah berlama lama surfing di website. Ini juga mempengaruhi Bounce rate suatu website. Bounce rate tinggi memberi dampak buruk pada peringkat website anda pada SERP.

Baca juga pengaruh buruk bounce rate tinggi terhadap website dan solusinya

3. Judul website
Buatlah judul website yang bagus untuk mesin pencari dan baik untuk pembaca. Judul website harus memiliki relevansi dengan konten didalamnya. Sebuah judul harus mengandung kata kunci yang mampu menggambarkan sebuah website. Judul website akan muncul di bagian preview hasil pencarian. Judul preview ini jika diklik akan mengarah ke website. Buatlah judul website menarik agar pembaca tertarik.

4. Optimasi url/ link pada post dan page
Membuat url disarankan tidak terlalu pendek ataupun terlalu panjang. Jika anda pengguna CMS apapun itu, url biasanya otomatis terbentuk menyesuaikan judul dari artikel. Namun kadang judul artikel panjang sehingga url pun panjang. Url yang panjang kurang efektif untuk SEO, apalagi kata didalamnya hanya kata sambung atah kata pendukung. Maka dari itu ubahlah url artikel menjadi lebih efektif namun tetap jangan menghilangkan kata kunci utama.

Misal sebuah contoh artikel dengan judul “Mengoptimasi SEO onpage website untuk dapatkan posisi 1 Google”. Judul ini memiliki fokus kata kunci “SEO”. Maka url bisa anda buat menjadi http://www.namadomain.com/mengoptimasi-seo-onpage-posisi-1-google

5. Meta tag
Melakukan SEO onpage tidak bisa lepas dari meta tag. Dalam website ada namanya meta title, meta desription, atribut tag (alt) dan konten tag. Untuk itu mari kita bahas satu persatu.

Meta title adalah hal pertama yang akan dibaca oleh robot pencari. Tag ini menjadi kata kunci utama dari sebuah website. Meta tag title dibuat tidak lebih dari 70 karakter. Jika terlalu panjang maka search engine akan otomatis memotong saat menampilkan pada preview.

Meta description adalah penjabaran singkat menguatkan meta title. Mesin pencari memberi batas description sampai 150 karakter. Jadi manfaatkan dengan baik untuk membuat deskripsi singkat yang menarik

Alt tag adalah kegiatan mengoptimasi gambar website dengan menambahkan keterangan gambar pada alt tag. Mengingat robot.txt tidak mampu membaca gambar secara visual, itu mengapa gambar harus dilengkapi atribut alt tag agar bisa dikenali oleh bot.

Konten tag adalah tag atau label yang dipasangkan pada sebuah postingan. Tambahkan tag dengan tetap harus memasukan kata kunci fokus, ditambah dengan kata penunjang yang memiliki keterkaitan dengan deksripsi.

6. Breadcumb
Sebuah website sangat disarankan untuk memiliki struktur yang jelas. Dengan adanya breadcumb sebuah halaman dapat diketahui posisinya dimana, berada dalam kategori apa, masuk dalam sub apa bisa dilihat dengan baik. Website yang memiliki navigasi baik mampu memberi panduan jelas bagi pengunjungnya.

7. Tampilan
Dalam SEO Onpage memilih tampilan yang tepat sangat penting. Berbicara tampilan tidak jauh jauh dari penggunaan thema. Pilihlah thema web yang sederhana dan ringan. Pastikan juga sudah mendukung fungsi responsive yang mobile friendly.

Jangan menampilkan terlalu banyak konten flash atau gambar berkedip lainnya karena selain mengganggu penglihatan juga mempengaruhi performa website. Gambar ditapilkan tidak terlalu besar atau terlalu kecil. Perhatikan file size dari gambar, karena konten gambar sangat mempengaruhi loading data sebuah website.

Demikianlah pemaparan terkait bagaimana mengoptimasi SEO Onpage untuk mencapai posisi SERP pertama. Semoga ilmunya bermanfaat dijadikan penambah wawasan. Bagi para penggiat SEO sudah mulai bisa mengecek kembali websitenya apakah penerapan SEO Onpagee sudah maksimal atau belum, mengingat optimasi SEO Onpage paling penting sebagai pondasi kuat agar mampu bersaing di mesin pencari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *